Senin, 17 September 2012

i'm ROHIS and i'm not TERORIST

 Judul diatas saat ini sedang banyak diperbincangkan dan bahkan menjadi update-an status di facebook. Hal ini terjadi akibat pemberitaan Metro TV yang menyatakan bahwa salah satu pola rekruitmen yang dilakukan di Indonesia adalah melalui Organisasi Kesiswaan yang banyak bergerak di Masjid-masjid sekolah, yang diartikan oleh masyarakat umum sebagai organisasi Rohani Islam (Rohis).

Hal ini tentulah sangat disayangkan berbagai pihak, terutama para Aktivis Dakwah Sekolah yang selama ini banyak bergerak mendirikan atau mengembangkan Rohis-rohis di sekolah. Saya pribadi ikut prihatin, karena pemberitaan tersebut menimbulkan kekhawatiran para orang tua terhadap kegiatan anaknya yang bergabung di Rohis bahkan melarang anak-anak mereka untuk bergabung dalam lembaga keislaman. Sungguh miris, karena selama ini, banyak sekali kegiatan positif yang sudah dilahirkan oleh Rohis maupun Lembaga Dakwah sejenis.

Saya pribadi baru mengikuti kegiatan Rohis saat di Kampus. Serupa dengan di SMA, Rohis maupun Lembaga Dakwah memiliki kegiatan serupa yang bertujuan meningkatkan tsaqofah keislaman generasi muda, memberi sentuhan islam dengan terjun langsung ke masyarakat, dan yang paling penting tujuan mulia mereka untuk memperbaiki akhlaq generasi muda. Apa jadinya, saat orang tua melarang mereka?? Saya hanya berharap semoga masyarakat Indonesia semakin cerdas dalam menanggapi isu-isu yang muncul di masyarakat.

Isu ini merebak bersamaan dengan semaraknya bundaran HI oleh Gangnam Style yang dipopulerkan oleh K-Pop, lucunya seorang teman membuat status yang menghubungkan keduanya, berikut ini.

Perasaan dari SMP sampai SMA, kalo ikut rohis gak pernah ngawur. Ah, ini METRO TV aja kali ya yang ngawur. ckckck...
Mungkin katanya, mendingan ikutan Gangnam Style daripada Rohis. Gak gaul parah, nih!
*mau yang lurus atau yang keriting, Bang?!*


Sungguh bersama kesulitan ada kemudahan dan bersama kesulitan ada kemudahan. Saya yakin sekali, justru ini bisa dijadikan momentum kebangkitan Rohis bersama aktivisnya. Keep Hamasah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follower